Senin, 05 September 2011

..Sekolah Luar Biasa part 2..

dulu aku pernah bercerita tentang SEKOLAH LUAR BIASA pertamaku.. dan sekarang, aku ingin berbagi pengalaman tentang SEKOLAH LUAR BIASAku selanjutnya..
awalnya aku tidak berniat untuk pindah sekolah dari sekolahku yang dulu, karena di sekolahku yang dulu juga ada SMAnya. tapi apaboleh kata?? Allah menakdirkan aku untuk pindah, dan tidak melanjutkan sekolah disana..
aku pun mengikuti test di sekolah baruku, dengan baju seragam yang berbeda dari baju seragam SMP lain, tapi aku percaya diri saja.. walaupun ada perasaan malu karena aku jadi pusat perhatian banyak orang, baik murid - murid SMA itu sendiri, guru - guru disana, dan calon teman - temanku..
setelah testing selama 2 hari, dan menunggu sekitar 3-4 minggu pengumuman kelulusan pun dibuka.. dengan perasaan was-was dan deg-degan aku pun membuka website sekolah ku, dan ternyata disana namaku tercatat sebagai siswi yang lulus testing masuk ke sekolah itu.. aku senang, karena sekolah itu adalah sekolah tervavorit di daerah tempat tinggalku, juga termasuk 6 besar sekolah terfavorit se-JABAR
dengan bismillah, aku pun pergi ke sekolah baruku untuk daftar ulang, walaupun awalnya aku merasa ragu dengan pilihanku ini, tapi aku coba terus untuk melangkah.. mudah-mudahan ini yang terbaik untukku.
Semua persyaratan daftar ulangpun aku serahkan, dari mulai surat keterangan berkelakuan baik, surah tanda lulus ujian nasional, dan surat-surat yang lainnya (lupa, kebanyakan soalnya.. ahhaa) juga tidak tertinggal uang untuk daftar ulang. “fyuuuhh” dalam hatiku berkata “inikah sekolahku nanti” (sambil memandangi gedung sekolah)
2 minggu kemudian.. aku melaksanakan rutinitas murid  baru yaitu MOPD atau yang lebih dikenal oleh kita adalah MOS. Disana dengan pakaian smp yang sangat-sangat berbeda dari yang lainya, dengan style yang juga berbeda aku melangkah masuk kedalam lingkungan SMA baruku, dengan rasa percaya diri yang kembang kempis, aku memberanikan diri.. walaupun banyak mata yang tertuju kepadaku, mungkin karena baju seragam yang sebelumnya belum pernah mereka lihat yang aku kenakan ketika itu.
Perjalanan MOPD selama 3 hari pun aku lakukan dengan lancer. Ternyata setelah kegiatan MOPD ada kegiatan PRATA (PERKEMAHAN AWAL TAHUN) yang harus diikuti oleh para peserta MOPD. Aku pun mengikutinya, dan dengan seragam PRAMUKA yang juga berbeda dari seragam PRAMUKA biasanya. Tapi aku percaya diri aja, dan menganggap semuanya normal dan tak ada apa-apa walaupun jujur aku merasa malu karena berbeda sendiri.
Setelah semua kegiatan murid baru aku lewati, dari mulai MOPD sampai PRATA. Dua hari kemudian aku kembali ke sekolah baruku untu belajar dan melaksanakan kegiatan-kegiatan juga rutinitas yang ada disana.
Walaupun baru 1 bulan aku belajar disana.. aku merasa bahwa aku tidak salah memilih sekolah ini, walaupun tetap aku tidak bisa melupakan masa-masa terindah di PONDOK PESANTRENku yang dulu, yang kemungkinan besar pengalaman itu akan sulit aku rasakan kembali ketika aku berserkolah disini..

Minggu, 15 Mei 2011

Me_and_Hildergard..

awal.a ak tak mnyangkan ak bsa mrasakan hal ini....
indah.a persahabatan itu akhir.a aku bisa rasakan kembali d sini...
yang awal.a ak kira ak takkan pernah bsa ngerasain itu smw d sini..
tpi stelah HILDERGARD lahir, 29 oktober 2009. ak bner" bsa ngerasain lagi apa arti persahabatan itu!
hari" bersama mreka...
hari" indah b'sama HILDERGARD yang m'berikan motivasi baru untuk q
saat kita latihan bersama, merasakan terik.a matahari, dingin.a hujan, sunyi.a malam, dan indah.a suasana pagi yg segar dan cerah..
saat kita makan bersama...
saat kita berlomba....
saat kita mendapatkan kejayaan kita...
dan saat kita mendapatkan kekecewaan yg m'bwt hati qt t'cabik" oleh.a..
juga saat kita tampil d depan teman, dan kakak kls kita...
saat kita mengumandangkan takbir kesungguhan kita...
semua sudah kita rasakan bersama...
PHRAE, OPHIE, ACHAI, IWIE, AALAA, SALMA, HAMAS, ZAHRA, ME"R, UNISH, QIMMY, DEPAPH, TIWI, NUHA, RABBY, jg AQ...
smw itu udah qta lwatin.... dengan sgala kemampuan qta, walaupun mungkin blum saat.a kita m'dapatkan apa yg qta inginkan! dri smw yg udah kta usahakan..
perjuangan kita, kegigihan kita, dan KESABARAN kita...
ingatlah.. walaupun kesemptan itu blum pasti dtg m'hampiri kta, tpi kita msih bsa b'usah meraih kesempatan itu dgan usaha, niat, dan keinginan kta!!
jangan lupakan pa yang tlah lalui slama ini....
_salam ksih dan sayang q u/ tmn sperjuangan ku di HILDERGARD_

-DhAnZ_vEr'Z "011195-
-gadis cilik pencari persahabatan 'DhA_eL'-

Sabtu, 14 Mei 2011

Pertanyaan Terbesar..

Kenapa ya, susah banget suka sama orang??
Perasaan orang lain tuh gampang banget ngomong kalo lagi suka sama orang..

Apa ada yang salah ya sama diri aku??
Tapi aku pernah suka sama orang, cuma itu nggak aku utarakan ke orang itu. Dan hanya disimpan di dalam hati..

Sampai akhirnya, dengan berjalannya waktu rasa itu hilang dengan sendirinya. Hanya rasa sebagai sahabat yang muncul. Nggak kurang, nggak lebih..

Awalnya aku merasa deg-degan kalau ada dirinya, tapi sekarang?? Hanya rasa canggung saja, karena sudah lama kami tidak berkomunikasi kembali.
Apa ada yang salah ya sama diri aku??
Apa ini cuma hal biasa aja??

Ane confused... :-(

Hildergard_Kawanku

Semua ini berawal dari sebuah ekstrakulikuler favoritku, yang sudah aku gemari dari aku masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Dan berlanjut sampai aku duduk di bangku SMP.

Dari aku masih duduk di bangku Sekolah Dasar, aku sangat senang dengan ekstrakulikuler PRAMUKA. Aku mulai aktif dalam ekskul ini kerika aku masih duduk di kelas 5 SD. Aku termasuk siswi yang aktif dalam mengikuti ekskul ini, sampai - sampai aku tidak pernah absen dalam kehadiran, kecuali jika memang hari libur atau memang ekskul sedang diliburkan. Rutinitas ini terus aku lakukan sampai aku kelas 6 semester pertama. Semua kegiatan yang diadakan pun aku ikuti, dari mulai kegiatan dalam sekolah sampai keluar sekolah, seperti mengikuti lomba - lomba di sekolah lain, dan lain sebagainya. Aku pun termasuk anggota inti di dalamnya.

Meskipun pada semester kedua aku vacum dalam ekskul ini, karena aku harus lebih konsentrasi dalam menghadapi ujian akhirku. Dengan berat hati, akupun menghilangkan rutinitasku yang satu ini, dan menggantinya dengan rutinitas lain, yaitu BELAJAR. Memang membosankan rutinitas baruku ini, jauh berbeda dengan rutinitasku sebelumnya. Tapi demi kesuksesanku yang sudah belajar keras dalam 6 tahun ini, aku pun rela.

Ketika masuk SMP (tepatnya MTs. Pondok Pesantren), aku juga menemukan sebuah ekskul yang sama di sekolah baruku ini. Walaupun berbeda nama programnya, ketika aku masih SD namanya PRAMUKA ketika aku masuk SMP disini bernama KEPANDUAN. Tapi tak apa, yang penting aku bisa melanjutkan kegemaranku yang satu ini.

Dari kelas 7 MTs, aku sudah sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Dan disini juga ternyata ada sebuah kelompok khusus yang mengurusi kegiatan - kegiatan yang ada di dalam KEPANDUAN ini. Karena kecintaanku terhadap PRAMUKA, akupun bercita - cita dan menargetkan ketika kelas 8 nanti aku harus bisa masuk ke pasukan khusus ini (kami biasa menyebutnya PASUS).

Akhirnya setelah perjuangan panjang, dan seleksi yang begitu ketat. Akupun terpilih sebagai salah satu dari 16 orang yang lolos menjadi PASUSJUNIOR (singkatannya PASJU). Aku bersukur kepada Allah, aku bisa merasakan kembali pengalaman SDku yang sudah tidak aku rasakan kembali. Tapi ternyata, PASUS disini tidak hanya mencakup PRAMUKA saja, tapi mencakup PRAMUKA, PASKIBRA, dan PMR. Dan kami lebih konsentrasi dibagian PASKIBRA, karena banyak lomba - lomba yang bersangkutan dengan PASKIBRA.

Tepatnya tanggal 29 Oktober 2009, aku dan teman -  teman seperjuanganku dilantik menjadi seorang PASUS JUNIOR yang akan membawa nama baik kami, juga sekolah kami. Mulai hari ini, hari dimana kami dipersatukan dalam sebuah kelompok yang nanti akan membawa kami kedalam medan - medan perlombaan, yang akhirnya membuat kami sulit sekali untuk berpisah.

Cerita - cerita indah telah kami goreskan dalam lembaran hari - hari kami. Walaupun lelah, capek, letih, karena kami harus terus latihan setiap hari, untuk memberikan penampilan terbaik kami ketika kami akan menghadapi lomba. Jika waktu lomba sudah dekat, apalagi jika TM (teknikal meeting) sudah kami ikuti, kami latihan 3x dalam sehari, untuk menyesuaikan skep PBB kami dengan skep PBB yang dilombakan.

Kenangan indah bersama yang sulit sekali aku lupakan, pagi - pagi ketika orang - orang sibuk bersiap - siap ke sekolah, kami latihan karena kami sudah bersiap - siap sebelum adzan shubuh berkumandang, sarapan bersama. Ketika waktu istirahat tiba, kami langsung berkumpul kembali di lapangan dan kembali latihan. Ketika waktu sore telah menjelang, tepatnya setelah sholat ashar bersama di masjid kami pun kembali ke lapangan dan berlatih kembali, setelah itu kami makan sore bersama. Begitulah rutinitas kami setiap hari.

Hingga waktu telah menakdirkan kami untuk kehilangan semuanya, kehilangan kebersamaan kami, kehilangan waktu - waktu indah kami, kehilangan kenangan manis kami, dan kehilangan lomba - lomba kami. Tak terasa, satu tahun sudah kami menjabat, satu tahun sudah kami berjuang, dan satu tahun sudah kami bersama mengarungi terjal - terjal untuk meraih kemenangan. Kami harus mencari pengganti kami, pengganti yang lebih baik dari kami, pengganti yang bisa membuat sekolah kami berjaya. Inilah saatnya..

Penyeleksian telah kami lakukan, dan kini 16 orang pengganti kami telah menduduki jabatan kami. Kini adalah awal dari kesempatan mereka, dan akhir dari kesempatan emas kami. Selamat dik, saat ini adalah kesempatan kalian, jangan sia - siakan momentum ini. Dan selamat mencoba!!

Sedih memang kehilangan sahabat yang sudah menyatu dalam jiwa raga kita, kebersamaan yang indah, dan hari - hari yang indah, kini telah tiada.

Sahabat, Hildergard tidak akan pernah mati kawan, Hildergard akan selalu hidup dalam hatiku, dan hati kita semua.. I MISS U ALL..






Kamis, 12 Mei 2011

..Sekolah Luar Biasa part 1..

Semua ini berawal dari keinginan Abiku untuk menyekolahkanku ke sebuah sekolah, yang letaknya sangat jauh dari rumah, bahkan daerah tempat tinggalku sendiri.

Let's Read

Ketika lulus dari Sekolah Dasar, aku pun melanjutkan sekolahku kejenjang selanjutnya. Aku melanjutkan bukan ke SMP atau MTs Negri favorit ataupun biasa di daerah tempat tinggalku, melainkan aku melanjutkan kesebuah sekolah yang sangat luar biasa, yang membuatku merasakan hal-hal yang luar biasa yang tak akan aku dapatkan jika aku sekolah di sekolah biasa. Ya, tepatnya aku masuk kesebuah Pondok Pesantren Modern di daerah Kuningan Jawa Barat. Walaupun awalnya, aku masuk ke sekolah itu bukan keinginanku sendiri dan aku agak merasa tidak senang masuk ke Pondok Pesantren ini, akhirnya setelah hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, sampai akhirnya tahun pun berganti. Aku merasa banyak sekali pelajaran berharga yang aku dapatkan, dan aku sangat-sangat berterimakasih kepada Abi dan Bundaku yang sudah menitipkanku di Pondok Pesantren ini.

Jangan kamu kira aku disini selalu merasakan hal-hal yang menyenangkan, sehingga aku berani berkata demikian. Aku tegaskan "tidak!!", bahkan ketika masa-masa adaptasi ditahun pertama aku menuntut ilmu di Pondok Pesantren ini aku sudah diterjang masalah. Memang bukan masalah berat dan begitu serius, akan tetapi yang aku rasakan, untuk seorang anak perempuan yang baru saja lulus dari SD dan baru pertamakali mengenal 'bagaimana Pondok Pesantren itu?' hal ini begitu amat besar dan sangat mengiris hati.

Hal ini sepele, hanya karena pemimpin kamar dari kelas yang lebih tinggi dariku (kami menyebutnya "musyrifah") pilih kasih (bahasa umumnya), dan sepertinya dia tidak begitu menyukai diriku. Dia lebih menyayangi beberapa anak kamar dan itu pun jumlahnya hanya 2-3 orang. Aku selalu berusaha menarik simpati darinya, tapi apa boleh buat? Mungkin karena ketidak sukaannya kepadaku, simpati darinyapun tak kunjunga aku dapatkan. Sampai aku depresi berat dan hampir saja hendak pindah dari Pondok Pesantren ini, tapi akhirnya aku mulai mencoba lebih memahami dirinya, walaupun harus terus memendam rasa sakit hati yang sangat dalam. Dia seperti selalu saja sulit menerima kelebihan diriku, dan sebenarnya akupun sudah mencoba berbagai cara untuk terus mendekatinya, salah satunya aku mulai memberanikan diri untuk berbicara empat mata denganya. Tapi yang aku rasakan, perhatiannya ada hanya ketika itu saja, setelah waktu itu berlalu dia kembali seperti semula. Akupun bersabar karena tak lama dari waktu ini, aku akan pindah kamar dan itu berarti aku tak akan bertemu kembali dengan dirinya di kamar yang akan aku tempati di kelas 8 nanti.

Waktu-waktu pun berlalu, akhirnya saat itu pun tiba. Saat yang dalam satu sisi aku merasa sedih karena harus berpisah dengan teman-teman seperadaptasian, dan disisi lain aku merasa bahagia karena aku akan terlepas dari dirinya. Malam itu, malam terakhir kami tidur bersama dan tinggal di kamar itu lagi. Dia mengumpulkan kami semua dan mengucapkan kata-kata perpisahan dan permohonan maaf kepada kami semua. Dengan hati yang agak keberatan, akupun memaafkannya.

Esok hari, setelah sholat shubuh. Semua santri berkumpul di masjid untuk mendengarkan pengumuman perpindahan kamar. Setelah menunggu-nunggu namaku di sebut dan dengan hati yang bertanya-tanya di dalam hati 'dimana kamarku nanti?', akupun mendapatkan jawaban atas pertanyaanku itu. Alhamdulillah aku mendapatkan kamar bahasa, dan itu berarti aku mendapatkan kamar yang paling istimewa di Pondok Pesantren ini. Karena itupula anak-anak yang menghuni kamar tersebut pun bukan anak-anak yang biasa-biasa saja.

Dan itu adalah pengalaman juga pelajaran hidup bagiku, bahwa dimanapun bahkan disebuah Pondok Pesantren sekalipun, pasti saja masalah itu ada. Dan pasti saja ada orang yang tidak menyukai dan iri kepada apa yang telah kita miliki. Semoga Allah selalu memberi perlindungan kepada dirinya, dan mengabulkan semua doa-doanya. Amiin..